5 Aturan Tak Tertulis Bisnis Makanan Kaki Lima

INFOPOJOK.COM – Bisnis Makanan Kaki lima sering dipilih pebisnis terutama dari kalangan bermodal Pas-pasan karena memang lebih irit modalnya namun potensinya tetap menjanjikan. Pernah dengar berita yang isinya pedagang kaki lima yang enggan ditertibkan padahal sudah disediakan kios dipasar dengan alasan lebih ramai jualan secara kakil lima.

Aturan Tak Tertulis Bisnis Makanan Kaki Lima
Pedagang Kaki Lima


Bagaimana modalnya tidak hemat, tempatnya tidak perlu menyewa bahkan bisa gratis tapi lokasinya strategis misalnya saja didepan Pasar Tradisional, Gerbang perumahan, Jalanan pertokoan ataupun Sekolah. Peralatannya juga tidak banyak-banyak cukup motor yang dimodifikasi menjadi gerobak. Itulah mengapa eksistensi bisnis makanan kaki lima seperti tak pernah mati justru semakin hari pemainnya semakin banyak dengan berbagai macam model makanan baru.

Mudahnya merintis bisnis makanan kaki lima membuat banyak pemain baru bermunculan yang terkadang mereka tidak memperhatikan aturan tak tertulis bisnis makanan kaki lima. Akibatnya antar sesama bisnis makanan kaki lima terjadi konflik yang tak jarang menimbulkan keributan. Tentunya hal ini perlu dihindari karena niatnya kan mau cari uang bukan cari ribut.

Nah…untuk membahas aturan tak tertulis bisnis makanan kaki lima ini saya akan berbagi pengalaman selama menekuni bisnis makanan kaki lima.

BACA JUGA :
Kegagalan Berbisnis Online Bukan Alasan Putus Asa
Mau Pinjam Uang Buat Modal Usaha Pertimbangkan 5 Hal ini
Bangkit Setelah Terkena PHK Sebuah Kisah Nyata

5 Aturan Tak Tertulis Bisnis Makanan Kaki Lima

1.Jangan Pernah menempati tempat mangkal pedagang lain
Bisnis makanan kaki lima itu tempatnya nggak menetap karena memang mangkalnya ditempat umum. Terkadang pedagang kaki lima itu membawa pulang gerobaknya atau menggunakan gerobak motor. Jadi jika ada orang yang sedang mencari tempat jualan kelihatannya kosong karena mungkin belum datang atau bisa juga sedang libur.

Sebaiknya jika anda sedang mencari tempat mangkal coba amati dijam-jam para pedagang sedang berjualan sambil melihat-lihat ada ruang kosong atau tidak. Bisa juga menanyakan pada pedagang kaki lima ditempat yang anda incar. Bisa dagang disini nggak? atau sudah ada yang jualan makanan ini nggak?

Saya juga melakukan hal tersebut kebetulan saya jualan kaki lima disebuah SD Swasta. Para pedadang kali lima biasanya mangkal pada jam sebelum masuk jadi saat saya survey lokasi datangnya ketika pedagang kaki lima sedang berjualan. Kebetulan waktu itu ada ruang kosong lalu saya bertanya pada salah satu pedagang yang ada disitu tempatnya masih kosong atau nggak? Kata penjual tersebut masih kosong. Akhirnya besok-besoknya saya berjualan disitu dan sampai sekarang masih saya lakoni.

2.Jangan Menjual Makanan yang sama
Misalnya saya saat ini berjualan martabak mini di sekolah SD bersama sekitar 6-7 penjual makanan lainnya tapi tidak ada yang sama. Pernah suatu waktu ada tukang martabak baru yang mau mangkal disitu tapi mengetahui sudah ada saya yang jualannya sama penjual tersebut memilih pergi ketempat lain.

Sebenarnya bisa saja menjual makanan yang sama asalkan berjauhan namun biasanya omsetnya kurang bagus karena pembelinya terpecah menjadi 2 belum lagi harus bersaing dengan penjual makanan lain.

3.Jika lokasi tidak ditempati lama akan diisi pedagang lain
Jika anda sudah menempati sebuah lokasi meskipun dalam sehari hanya beberapa jam saja sebaiknya terus berjualan jangan sampai libur apalagi dalam jangka waktu yang lama. Jika terpaksa tidak berjualan sebaiknya cari teman sesama pedagang yang jualannya sama untuk menempati sementara (Nyerep) selama libur jualan.

Hal ini bertujuan agar lokasi mangkalnya tidak diisi pedagang baru karena jika lama kosong jika diisi pedagang lain akan sulit untuk mengusirnya bahkan bisa jadi ribut. Bisa saja pedagang baru itu menyalahkan anda, Salah sendiri libur lama!”.Kecuali jika Anda berjualan dengan gerobak yang diitinggal ditempat mangkal atau berupa bangunan semi permanen.

4.Tidak Sepenuhnya Gratis
Meskipun bisnis makanana kaki lima itu berjualan dilahan umum atau tidak bertuan bukan berarti bisa berjualan secara gratis. Berdasarkan pengalaman ada biaya-biaya harian seperti untuk uang sampah/kebersihan. Besarnya tergantung, saya sendiri Cuma dipungut Rp.2000 untuk sekali mangkal.

Apalagi jika mangkalnya menetap atau menggunakan gerobak terkadang ada oknum tertentu yang memanfaatkan kesempatan ini dengan meminta uang dengan dalih beli tempat. Pernah ada seorang tukang mie ayam yang mangkal disamping sekolah diminta Rp.500.000 ketika akan berjualan pertama kali.

5.Siap-Siap kena Gusur
Namanya juga tempat umum dimana peruntukan awalnya bukan untuk jualan sehingga sangat tergantung dari kebijakan/aturan yang ada dilokasi tersebut. Bisa saja sekarang bisa berjualan namun dilain waktu karena mungkin mengganggu ketertiban umum akhirnya dilarang berjualan.

Contoh lain tempat mangkalnya didepan sebuah tanah kavling lalu tanah kavling tersebut dibangun ruko mau tak mau pedagang makanan tersebut harus pergi. Jika Bisnis makanan kaki lima anda omsetnya bagus sebaiknya mulai memikirkan sewa tempat saja sehingga kecil kemungkinan kena gusur.

Demikianlah informasi seputar 5 Aturan Tak Tertulis Bisnis Makanan Kaki Lima, Bisa saja Aturan tiap daerah berbeda-beda karena memang bukan aturan tertulis. Semoga Bermanfaat !

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *