Rahasia Bisnis Sukses Warren Buffett dan Sukanto Tanoto

Rahasia sukses
Rahasia Bisnis Sukses Warren Buffett dan Sukanto Tanoto

Jika diminta untuk mengajukan nama-nama orang sukses di dunia, siapa yang ada di benak Anda? Tentu Warren Buffett menjadi salah satunya, kan? Pria kelahiran 30 Agustus 1930 ini dikenal sebagai salah satu investor piawai. Warren Buffett merupakan CEO dari sebuah holding company terkemuka di dunia, Berkshire Hathaway, yang perusahaannya termasuk Dairy Queen dan juga Kraft Heinz Company.

Sementara di Indonesia, Sukanto Tanoto dapat disebut sebagai salah satu pelaku bisnis sukses di Indonesia melalui grup Royal Golden Eagle yang dipimpinnya.

Warren Buffet dan Sukanto Tanoto memiliki resep sukses yang mirip. Apakah itu? Simak dalam tulisan di bawah ini.

 

Warren Buffett

Sumber kekayaaan terbesar Buffett berasal dari investasi. Buffett memiliki kemampuan untuk mengendus peluang yang seringkali tidak dapat dilihat oleh pihak lain. Hal ini membuatnya mendapat predikat sebagai investor tercerdas di muka bumi.

Salah satu rahasia sukses Buffett hadir dari hasrat tingginya untuk belajar. Buffett menghabiskan sekitar 80 persen dari hari-harinya untuk membaca. “Saya hanya duduk di kantor dan membaca seharian,” katanya.

 

Sukanto Tanoto

Grup Royal Golden Eagle yang dipimpinnya telah menjadi perusahaan berskala global. Bisnis Sukanto Tanoto berhasil menggurita dari Indonesia ke berbagai negara lain.

Salah satu rahasia sukses  adalah belajar. Salah satu buktinya adalah ketika putus sekolah pada usia muda, Sukanto Tanoto terus berusaha meraih pembelajaran. Saat tidak bisa memperoleh pendidikan formal, ia melakukannya dengan otodidak. Seperti saat ia belajar bahasa Inggris hanya dengan bermodal kamus Tiongkok-Inggris yang dimilikinya.

Sukanto Tanoto hendak meneluarkan semangat yang sama kepada khalayak, terutama masyarakat Indonesia. Maka, bersama dengan istrinya, Tinah Bingei Tanoto, ia mendirikan Tanoto Foundation demi mewujudkan mimpinya untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Tanoto Foundation melakukannya dengan tiga fokus kegiatan, yakni pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup. Pendidikan difokuskan dalam memudahkan akses ke pembelajaran yang bermutu dan peningkatan kualitasnya. Wujud konkretnya adalah pemberian beasiswa Tanoto Foundation, pemberian beragam pelatihan, serta perbaikan fasilitas pendidikan.

Para siswa, mahasiswa, dan guru dipersilakan untuk mengambil beasiswa Tanoto Foundation yang dibuka setiap tahun. Beasiswa ini disediakan untuk mereka yang lolos dari seleksi administrasi, psikologi, dan wawancara. Hingga kini, tak kurang dari 6.700 orang yang sudah memperoleh manfaatnya.

Selain itu, Tanoto Foundation juga menggelar program Pelita Pendidikan yang berusaha meningkatkan mutu pendidikan dengan cara memberi pelatihan kepada para guru serta meningkatkan fasilitas sekolah. Selain itu, pelatihan lain seperti pembelajaran untuk melestarikan lingkungan juga diberikan kepada para siswa.

 

Baik Sukanto Tanoto dan Warren Buffett keduanya memiliki hasrat belajar yang sangat tinggi. Kesuksesan bisnisnya tidak membuat mereka lupa dengan masyarakat sekitar, mereka justru semakin bersemangat untuk memberikan beragam kemudahan.

“Kalau di zaman ayah saya dulu, untuk bisa belajar butuh upaya yang lebih berat karena keterbatasan fasilitas. Namun saat ini ketika informasi dapat diakses dengan mudah, yang dibutuhkan adalah kemauan yang tinggi. Seberapa besar kemampuan kamu untuk belajar tergantung pada seberapa besar kemauan kamu,” jelas putra Sukanto Tanoto sekaligus Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, Anderson Tanoto.

____________________________________________________________

Ini merupakan artikel review. Segala bentuk dan akibat yang timbul atas materi di atas, sepenuhnya adalah tanggung jawab Tanoto Foundation. Terima Kasih!

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *