Cara Mengelola Keuangan Usaha Kelontong Paling Mudah

INFOPOJOK.COM-Usaha toko kelontong meskipun hanya bersifat rumahan dan dikelola perorangan tetap saja pelakunya harus mengerti cara mengelola keuangan usaha toko kelontong yang digelutinya dengan benar.Harapannya tentu saja usaha toko kelontong tersebut semakin berkembang sehingga bisa memberikan keuntungan semaksimal mungkin.

Baca juga : Pengalaman Buka Toko Kelontong Tanpa Modal

Cara mengelola keuangan
Toko kelontong

Jika anda asal-asalan dalam mengelola keuangan misalnya saja anda membelanjakan semua cash flow yang masuk tanpa memperhitungkan stok yang ada,hal ini akan berakibat kekosongan cash flow dan tentunya kurang baik bagi kelangsungan usaha toko kelontong anda.Demikian juga jika anda terlalu berhati-hati dalam menggunakan cash flow padahal anda harus secepatnya berbelanja barang-barang tertentu tentu akan berakibat kekosongan stok barang sehingga ketika ada pembeli yang membutuhkan barang tersebut justru barangnya habis.

Beberapa cara mengelola keuangan usaha kelontong yang bisa anda lakukan

1.Jika toko kelontong anda baru berdiri saya sarankan untuk menggunakan cash flow untuk kepentiongan usaha jangan digunakan untuk keperluan pribadi karena jika toko anda masih baru penghasilannya belum bisa diandalkan karena pelanggannya masih sedikit istilahnya yang penting bisnisnya berjalan dulu.Untuk memenuhi kebutuhan pribadi sebaiknya mengunakan dana khusus yang dipakai selama toko belum menghasilkan jadi tidak mengambil uang modal. Fokus anda adalah mencari pelanggan sebanyak-banyaknya.

2.Jangan terlalu banyak menumpuk stok barang,belanja seperlunya saja sesuaikan dengan kebutuhan pembeli contohnya jika omset mie instan seminggu 1 dus anda cukup menyediakan 1 dus jangan lebih.Jika memang lakunya lama anda bisa belanja eceran misalnya 1-2 lusin atau renceng.Utamakan memperbanyak stok untuk barang yang cepat laku palingĀ  tidak untuk kebutuhan 3 hari kedepan.Terlebih lagi untuk barang yang cepat rusak seperti telur atau terigu jika memang belum banyak pelanggan jangan langsung beli 1 peti atau 1 karung.Pengecualian untuk barang yang cepat laku tapi terjadi kelangkaan justru lebih baik menyetok barang.

3.Sisihkan penghasilan untuk disimpan dengan catatan omset toko anda sudah stabil.Menurut pengalaman saya prosentase yang aman tidak lebih dari 10% karena keuntungan hanya berkisar antara 5%-30%.Contohnya aqua galon dengan harga jual Rp.15.000 keuntungannya hanya sekitar 14%,S-tee botol sekitar 30% Telur sekitarĀ  5% sedangkan selebihnya diputar kembali untuk belanja barang atau kebutuhan rutin toko seperti bayar listrik atau gaji karyawan jika ada.Anda juga bisa mengamati barang apa yang dominan laku misalnya sembako berarti keuntungannya lebih kecil karena sembako biasanya untungnya tipis.

4.Hindari bermain barang baru tapi memerlukan modal yang besar misalnya beras ketan lebih baik menjual produk yang sudah ketahuan laku.

5.Minimalkan penjualan secara kredit(Hutang dulu) karena akan membuat modal jadi macet.

6.Hindari memperbesar toko kelontong dari modal pinjaman jika omsetnya belum stabil dan pastikan penghasilan bisa menutupi setoran.

7.Kontrol pengeluaran jangan sampai lebih besar dari pemasukan

Demikianlah tips seputar Cara mengelola keuangan usaha kelontong paling mudah berdasarkan pengalaman pribadi selama menekuni usaha toko kelontong,Bisa jadi berbeda dengan pengalaman anda.Jika anda punya pengalaman lain silahkan share disini.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *