6 Kekurangan Bisnis Makanan Kaki Lima

INFOPOJOK.COM,6 Kekurangan Bisnis Makanan Kaki Lima-Bisnis Kaki lima memang sangat menguntungkan baik dilihat dari modal maupun hasilnya bahkan omsetnya bisa mengalahkan jualan yang mangkal di ruko.Sebagai contoh seorang penjual ayam bakar dan goreng yang mangkal di samping sebuah minimarket dagangannya selalu laris manis diburu pembeIi padahal mangkalnya hanya mulai dari jam 5 sore hingga jam 9 malam.

 Kekurangan Bisnis Makanan
Bisnis Makanan Kaki Lima

Namun faktanya nasib baik belum tentu bisa diikuti pedagang kaki lima lain terbukti ketika mencoba menyaingi pedagang tersebut justru usahanya tidak berkembang.Jadi dengan kata lain meskipun bisnis makanan kaki lima seperti martabak manis telur,es kelapa,es cendol,Nasi goreng,Soto Ayam,Pecel lele,Gorengan dan lain-lain banyak kelebihannya namun ternyata juga memilki kekurangan-kekurangan yang terkadang membuat bisnis kaki lima itu sulit berkembang.

Baca juga :

5 Kelebihan Bisnis Makanan Kaki Lima

Tempat Belajar Bisnis Martabak Manis Mini Unyil

Rahasia Sukses Bisnis Martabak mini unyil Manis

Lalu sebenarnya apa sajakah kekurangan-kekurangan bisnis makanan kaki lima yang perlu anda ketahui sebelum anda menekuninya? Berikut Ulasannya:

5 Kekurangan Bisnis Makanan Kaki Lima

1.Banyak Pesaing

Karena begitu mudahnya orang membuka bisnis makanan kaki lima asalkan ada tempat kosong bisa berjualan disitu ada yang lama ada pula yang sebentar sehingga membuat pedagang kaki lima semakin hari semakin banyak terutama dijalan-jalan atau tempat keramaian lainnya.Jadi jika saat ini bisnis makanan anda ramai jangan harap tidak muncul pesaing karena cepat atau lambat mereka akan mengikutt kesuksesan anda.

Sebagai contoh diperumahan saya ada penjual Nasi uduk yang saling berdekatan jadi tentu omsetnya akan terbagi pedagang lain belum lagi jika disaingi juga bisnis makaanan lain tapi hampir mirip misalnya penjual nasi uduk di saingi penjual bubur ayam atau lontong sayur.

Persaingan dalam bisnis makanan kaki lima saya rasakan sendiri kebetulan saya menekuni bisnis makanan martabak mini. Saya mangkal di Pasar kaget,Sekolah atau Pengajian.Saya merasakan sendiri korban dari persaingan misalnya saja di pengajian ketika sedang laku 1 ½ jam saya bisa menghabiskan 80 potong martabak tapi saat ini berkurang hingga separuhnya.Hal ini disebabkan ada pejual makanan lain yang ikut mangkal di pengajian dan harganya sama.

Begitu pula ketika saya mangkal dipasar kaget banyak pesaing sesama penjual makanan jadi harus betul-betul menggugah selera makanannya dan harganya terjangkau.

2.Bayar Iuran/Pungutan

Meskipun sebenarnya tempat yang digunakan untuk berjualan kaki lima tak bertuan misalnya di jalanan namun pungutan tetap ada mulai dari yang kecil sampai yang besar.Ada yang berdalih untuk kebersihan atau keamanan namun ada pula memang jelas peruntukannya misalnya untuk bayar listrik pada pasar kaget yang hingga malam hari.Berdasarkan pengalaman saya pungutan termurah Rp.2000 per mangkal dan yang termahal Rp.15.000 tapi mendapatkan aliran listrik.

Namun begitu ada pula yang benar–benar gratis misalnya berjualan saja didekat rumah sendiri hanya saja tingkat keramaiannya kurang.

3.Lapak Terbatas

Memang benar jualan kaki lima bisa dimana saja asal ada tempat kosong tapi kalau tempatnya sepi tak ada artinya maka dari itu harus mencari tempat-tempat yang sekiranya banyak pembeli misalnya saja di pasar kaget atau disekitar sekolah.Namun kadang kala lapak yang ada terbatas atau sudah penuh bisa saja geser ketempat yang agak jauh tapi berpengaruh kepada keramaian pembeli.

Pembeli justru lebih suka berbelanja yang pedagang makanannya kumpul atau tidak berpencar-pencar karena bisa pilah-pilih makanan.

4.Tidak Permanen

Salah satu kelemahan dari bisnis makanan kaki lima dan ini yang paling ditakuti setiap pebisnis kaki lima adalah tempatnya digusur alias hilang pangkalannya dengan kata lain tempatnya tidak permanen.Seperti yang terjadi diperumahan saya dimana ada sebuah tanah kavling didepan jalan yang kosong dan tadinya didepan tanah tersebut digunakan oleh pedagang kaki lima tapi suatu ketika tanah kavling tersebut dibangun menjadi ruko sehingga mau tak mau pedagang harus pindah.

Ada pula yang tadinya menyewa tanah kosong untuk dijadikan lapak tapi saat bisnis makananya sudah ramai tahu-tahu tidak diperpanjang sewanya.Memang sih tidak semua pebisnis kaki lima mengalami hal demikan ada pula yang sampai bertahun-tahun tetap ditempat itu namun setidaknya anda mengetahu resiko jika berjualan kaki lima.

5.Tergantung Cuaca

Bisnis kaki lima itu sangat tergantung dengan cuaca apalagi jika lapaknya kecil jika sedang musim hujan seperti sekarang ini akan sulit untuk berjualan.Bisa saja dengan mendirikan tenda yang besar seperti penjual pecel lele namun sayangnya membutuhkan lapak yang luas serta biaya yang cukup mahal untuk membeli perlengkapannya.

Namun jika anda menjajakan bisnis makanan anda menggunakan gerobak motor jika turun hujan lebat disertai angin anda tidak bisa berjualan apalagi  jika anda mangkal disekolah dimana jam jualannya terbatas misalnya pulang sekolah waktu ramainya hanya sekitar ½ jam.

6.Ada Rasa Bosan

Bisnis makanan sangat tergantung dari selera pembeli jika sedang musim panas bisnis es kelapa muda mungkin laris manis tapi jika cuaca sedang tidak panas atau bahkan hujan selera pembeli juga berkurang.Jadi bukan hal aneh lagi jika hari ini ramai pembeli tapi keesokan harinya sepi.

Untuk itu sebaiknya sebelum anda memutuskan berbisnis makanan pilihlah makanan yang sekiranya tidak tergantung musim artinya panas dingin tetap laku misalnya gorengan,Martabak Bangka,Nasi goreng,Nasi Uduk,Fried Chicken,Bubur Ayam dan lain-lain.

Itulah 6 kekurangan Bisnis Makanan Kaki Lima yang Bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini,saran saya jika memang bisnis makanan anda sudah maju sebaiknya sewa tempat disekitar lokasi lama anda sehingga lebih aman dan nyaman serta tidak kehilangan pelanggan meskipun lapak anda pindah.

4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *