5 Tantangan Usaha Grosir Sembako Baru

INFOPOJOK.COM,5 Tantangan Usaha Grosir Sembako Baru-Peluang usaha grosir sembako sampai detik ini masih menjadi incaran karena prospeknya masih bagus bahkan banyak pemain lama yang sudah sukses dan sudah nyaman dengan jumlah pelanggannya yang sudah banyak.Tak heran jika bermunculan toko grosir sembako baru ada yang kecil-kecil ada pula yang langsung besar dengan harapan bisa mengikuti jejak kesuksesannya.

Tantangan Usaha Grosir sembako
Toko Grosir sembako

Meskipun kelihatannya mudah merintis usaha grosir sembako yang penting modalnya kuat tapi bukan berarti tanpa tantangan.Tak jarang pemain baru yang tidak bisa mengatasi tantangan-tantangan tersebut usahanya tak kunjung berkembang bahkan gulung tikar.

Jika anda berminat menekuni usaha grosir sembako ada baiknya mengetahui apa saja tantangan usaha grosir sembako baru sehingga anda sudah antisipasi kemungkinan terburuk sebelumnya bahkan sanggup mengatasinya sehinga usaha grosir sembako anda bisa berkembang sesuai harapan.

Baca juga :

 

Pertanyaannya apa sajakah Tantangan Usaha grosir sembako baru itu? Untuk mengetahui jawabannya silahkan simak informasi berikut ini :

5 Tantangan Usaha Grosir Sembako

1.Belum Banyak Pelanggan

Tantangan terberat bagi usaha grosir sembako baru adalah mendatangkan pelanggan sebanyak-banyaknya karena biasanya toko grosir belum dilirik pembeli terutama jika didekatnya sudah ada pemain lama.Disinilah kreativitas dan inovasi anda dibutuhkan agar pembeli mau belanja ketoko grosir sembako anda.

Beberapa langkah yang bisa anda lakukan diantaranya memajang barang dagangan semenarik mungkin hingga terlihat barangnya penuh.Gantung barang seperti kopi,shampo sebanyak-banyaknya sehingga Nampak penuh.Jangan lupa buat spanduk yang bertulisan toko grosir sembako….(Nama toko anda) cantumkan pula nomor telepon dan menyediakan layanan antar.

Anda juga bisa mendatangi toko-toko kelontong sambil menawarkan barang dan membagikan brosur utamakan toko-toko kecil karena biasanya mereka belanjanya datang keagen beda dengan toko kelomtong besar kebanyakan diantar.

Untuk menarik minat pembeli anda juga bisa menawarkan barang tertetnu dengan harga yang murah misalnya telur kasih tulisan besar-besar.

2.Karyawan kurang Cekatan

Jika toko grosir sembako anda mulai didatangi pembeli anda tidak bisa bekerja seorang diri apalagi menyediakan layanan antar sehingga mau tidak mau anda butuh karyawan baik untuk melayani pembeli atau mengantar barang.

Namun mencari karyawan yang cekatan tidaklah mudah karena butuh jam terbang kalau baru-baru biasanya masih lambat atau kurang cekatan sehingga pelayanannya jadi lama bahkan terkadang salah atau barangnya ketinggalan.Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan bahkan jika barangnya ketinggalan atau lupa bisa menimbulkan konflik antara toko dan pembeli.Misalnya saya terkadang belanja diagen di bonnya ada tapi ternyata barangnya tidak ada atau sebaliknya barangnya ada bonnya tidak ada.

3.Pasokan dari Distributor Minim

Sebagai toko grosir sembako baru sudah barang tentu toko anda belum dikenal distributor besar seperti Indomarco,Unilever,Orang tua,Kapal api sehingga pasokan hanya berasal dari agen besar saja selain itu anda juga harus bayar kontan.Harga dari distributor langsung umumnya lebih murah dari pada belanja keagen namun ada kalanya harga agen lebih murah dari distributor hal ini bisa terjadi karena agen besar tersebut mengikuti program/diskon khusus jika belanja dalam jumlah terentu kemudian dilempar kembali kepasaran dengan harga yang lebih murah.

4.Bersaing dengan Pemain Lama

Tantangan Usaha grosir sembako ini juga tak kalah berat yaitu bersaing dengan grosir sembako yang sudah lama eksis yang tentunya sudah mendapatkan pasokan dari distributor dan bayarannya tempo jika anda perang harga tentu anda akan sulit bersaing.

Disinilah terkadang menjadi dilema bagi pemain baru jika ingin bisa bersaing dengan pemain lama harus berani keluar modal besar untuk menyetok barang yang  banyak agar mendapatkan harga yang murah sayangnya cara ini tentu beresiko karena jika tidak cepat laku barang akan mengendap.

Namun jika harganya lebih mahal dari pesaing tentunya pembeli akan condong belanja ke pesaing jika modalnya tidak kuat toko grosir sembako anda sulit berkembang terutama jika tempatnya sewa atau modalnya dari pinjaman bank.

Cara yang paling aman adalah utamakan pelayanan dan jika memang harganya selisih usahakan jangan terlalu besar karena kesempatan menggaet pembeli tetap ada misalnya saja stok barang dari pesaing habis atau pelanggan yang  tidak sabaran kalau harus antri atau toko-toko kecil yang belinya eceran karena bedanya tipis bahkan bisa sama.

Baca juga : 7 Cara Menghadapi Persaingan Melawan Grosir Sembako Pemain Lama

5.Barang Paling Laku

Sebagai pemain baru tentu belum memahami barang-barang mana saja yang cepat laku atau kurang laku sehingga stoknya belum berani banyak-banyak otomatis belanja ke agennya juga partai kecil terlebih dahulu yang penting ada dan harganya akan berbeda jika beli dalam partai besar.

Hal ini akan berpengaruh terhadap aliran kas karena jika salah perhitungan akan mendatangkan kerugian karena barangnya hanya mengendap.Jangan sungkan-sungkan untuk bertanya kepada agen besar barang-barang apa yang cepat laku.Hindari juga bermain dengan produk-produk baru walaupun harganya murah karena belum tentu pembeli mau.

Dahulukan produk-produk dari produsen ternama atau pioner yang sudah dikenal masyarakat atau promosinya gencar khususnya melalui media televisi.

Demikianlah informasi seputar 5 Tantangan Usaha Grosir Sembako Baru mudah-mudahan bermanfaat untuk bisnis anda.

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *